Baca Selengkapnya
Baca Selengkapnya
Terlalu Lama Baca Surat Waktu Shalat, Imam Masjid Ini Disiram
Bensin Dan Hampir Saja Dibakar Jamaah.
Seorang Imam di sebuah masjid di Kota Nablus kawasan Tepi Barat
Palestina nyaris dibakar jamaah saat memimpin shalat.
Peristiwa yang menghebohkan itu, karena imam dinilai terlalu lama
memimpin shalat.
Dikutip dari Alarabiya.net, Senin ( 17/4/2017), jamaah yang berniat
membakar imam masjid tersebut seorang pria berusia 50 tahun,
dan sampai saat ini identitasnya masih dirahasiakan pihak aparat
berwenang.
“Seorang warga mengatakan kalau pelaku sudah mengingatkan
sang imam berkalikali untuk tidak mempanjangkan doa dalam
shalat. Sehingga pelaku terpicu melakukan hal tersebut,” kata
sumber yang enggan disebutkan namanya kepada Kantor Berita
Palestina, Maan.
Pelaku diketahui dalam kesehariannya bekerja sebagai penjaga
gedung di kota Nablus.
Ia diketahui membawa botol penuh bensin dan melemparkannya
kepada imam di dalam masjid usai Shalat Subuh.
Ceritanya, setelah shalat subuh berjemaah di masjid itu, pria ini
lantas membawa botol berisi bensin dan kemudian
melemparkannya ke sang imam.
Kebakaran terjadi dan jemaah lain segera memadamkan.
Aparat
kepolisian Palestina tiba tak lama setelah kejadian dan menangkap
pelaku. Menurut laporan Al Arabiya, tidak ada kerusakan berat di
masjid itu. Sang imam juga selamat.
Salah seorang saksi mengatakan, sebelum berusaha membakar
imam, si pelaku sudah memperingatkan imam beberapa kali, agar
tidak terlalu lama memimpin shalat.
“Dia mengancam imam,meminta agar tidak memperpanjang doa (bacaan surat dalam
shalat) dan ibadah,” ujarnya.
Pria itu kini didakwa dengan beberapa tuduhan, termasuk serangan
terhadap rumah ibadah, pembakaran dan niat mencelakakan.
Muadz Bin Jabal Pun Ditegur Oleh Rasul
Suatu ketika, sahabat Muadz bin Jabal mendapatkan teguran keras
dari Rasulullah. Dikala terdengar kabar bahwa Sahabat Muadz
yang bertindak menjadi imam bagi kaumnya, ternyata berlebihan
dalam membaca surat Al Qur'an pada shalat Isya yang ia
pimpinnya sepulang dari shalat bersama Rasulullah Shallallahu
'alaihi wa Sallam.
Dan Rasulullah pun mengeluarkan sebuah teguran yang tak ringan:
"Apakah engkau ingin menjadi penebar fitnah wahai Muadz??".
Setelah teguran itu, Muadz bin Jabal Radhiyallahu Anhu pun tidak
lagi berlebihan dikala menjadi imam. Semula membaca surat Al
Baqarah dalam satu rakaat pada shalat Isya, kini ia pun
menggantinya dengan surat yang sedikit lebih ringan.
Berikut adalah teks lengkap hadits tentang larangan keras bagi
seorang imam yang menyusahkan makmumnya,
Sahabat Jabir radhiyallahu ‘anhu berkata,
َص َر َف َر ُج ٌل
ْيهِ ْم َفانْ
ِع َشا َء َف َطَّو َل َعلَ
ِه الْ
ِ
ْص َحاب
ُّى لأَ
َصارِ
نْ
ْب ُن َجَب ٍل الأَ
َصلَّى ُمَعاذُ
لِ َك ال َّر ُج َل َد َخ َل َعلَى
َغ ذَ
َّما َبلَ
ُه ُمَناِف ٌق. َفلَ
نَّ
ِ
ُه َفَقا َل إ
َعنْ
َر ُمَعاذٌ
ِ
ْخب
ُ
ا َف َصلَّى َفأ
ِم ى الله
ِ
ب
ُه النَّ
َفَقا َل لَ
َ ْخَب َرهُ َما َقا َل ُمَعاذٌ
َر ُسو ِل َّاللهِ صلى الله عليه وسلم َفأ
ال َّش ْم ِس
ِ
ب
ْ
َرأ
ا َس َفاقْ
َمْم َت النَّ
َ
ا أ
ِذَ
إ
ا َيا ُمَعاذُ
انً
ْن َت ُكو َن َفتَّ
َ
يُد أ
تُرِ
َ
عليه وسلم « أ
ا َي ْغ َشى
ِذَ
ْي ِل إ
َرِّب َك. َواللَّ
ِ
ا ْسم
ِ
ب
ْ
َرأ
ْعلَى. َواقْ
ا ْسَم َرِّب َك الأَ
َو
“Mu’adz bin Jabal AlAnshari pernah memimpin shalat Isya. Ia pun
memperpanjang bacaannya. Lantas ada seseorang di antara kami
yang sengaja keluar dari jama’ah. Ia pun shalat sendirian. Mu’adz
pun dikabarkan tentang keadaan orang tersebut. Mu’adz pun
menyebutnya sebagai seorang munafik.
Orang itu pun mendatangi
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan mengabarkan pada
beliau apa yang dikatakan oleh Mu’adz padanya. Nabi shallallahu
‘alaihi wa sallam lantas menasehati Mu’adz, “Apakah engkau ingin
membuat orang lari dari agama, wahai Mu’adz? Jika engkau
mengimami orangorang, bacalah surat AsySyams, AdhDhuha, AlA’laa,
Al‘Alaq, atau AlLail.
” (HR. Muslim)
Imam Nawawi menjelaskan bahwa hadits tersebut tetap
menunjukkan adanya pengingkaran terhadap suatu yang dilarang.
Walau yang dilanggar adalah suatu yang makruh, bukan suatu
yang haram.
Hadits tersebut berisi pula penjelasan bolehnya mengingatkan
orang lain dengan katakata.
Imam Nawawi melanjutkan, “Hadits di atas berisi penjelasan untuk
meringankan shalat dan peringatan agar tidak memperlama shalat
apalagi saat makmum tidak ridha (tidak suka) dengan lamanya
shalat seperti itu.
” (Syarh Shahih Muslim)
Dari sini, seharusnya imam menimbangnimbang surat yang dibaca
ketika mengimami shalat sehingga tidak menyusahkan jama’ah
apalagi yang belum terbiasa shalat lama.
***
Betapa indahnya Islam menata semua perkara dan urusan dalam
kepemimpinan. Shalat yang menjadi gambaran pun menjadi
inspirasi.
Muadz bin Jabal yang ditegur oleh baginda Nabi saat itu
bukan karena apaapa ia ditegur, tapi karena agar keringanan yang
dibawa agama ini dapat dirasakan oleh kaumnya Sahabat Muadz
bin Jabal yang mayoritas adalah para petani. Setelah seharian
mereka bekerja di ladang, berat rasanya jika masih harus
melaksanakan shalat Isya berjamaah dibelakang Sahabat Muadz
bin Jabal dengan bacaan surat Al Baqarah dalam satu rakaat.
Demikianlah semestinya seorang Imam dikala ia mengimami.
Bukan lagi berpikir tentang kenyamanan dirinya, Tapi ia berpikir
bagaimana kenyamanan makmum yang ia imami.
Begitu pula, Pemimpin yang baik bukanlah yang menyesuaikan
kebijakan dan tingkah lakunya dengan hawa nafsu diri atau orang
lain, tapi hendaknya ia mampu menyesuaikan kebijakan dan tindak
tanduknya dengan kehendak Allah Ta'ala.
Yang telah menciptakan dirinya, menciptakan rakyat dan
keluarganya bahkan yang telah memberikan ujian dengan bentuk
amanat di pundaknya itu, meskipun ia hanya seorang imam.
Wallahu A'lam.
Baca Selengkapnya
Terlalu Lama Baca Surat Waktu Shalat, Imam Masjid Ini Disiram Bensin Dan Hampir Saja Dibakar Jamaah.
4/
5
Oleh
Unknown