Selasa, 09 Mei 2017

Peristiwa-peristiwa di Alam Kubur yang Pasti Dialami Oleh Orang Meninggal.

Baca Selengkapnya

Baca Selengkapnya

Peristiwa-peristiwa di Alam Kubur yang Pasti Dialami Oleh Orang Meninggal.

Peristiwa-peristiwa di Alam Kubur yang Pasti Dialami Oleh Orang Meninggal

 Subhanallah, Inilah Peristiwa­peristiwa di Alam Kubur yang Pasti Dialami Oleh Orang Meninggal, Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman: 

ارِ َح َع ِن النَّ ِقَيا َمِةۖ َف َم ْن ُز ْحزِ ُجو َر ُكْم َيْو َم الْ ُ ْو َن أ َوفَّ َما تُ نَّ ِ َمْو ِتۗ َوإ الْ اِئَقةُ ٍس ذَ ُك ُّل َنفْ ُغ ُرورِ َّلا َمَتا ُع الْ ِ َيا إ َحَياةُ الُّدنْ َجنَّ َة َفَقْد َفا َزۗ َو َما الْ ْد ِخ َل الْ ُ َوأ 

Tiap­tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan. [Ali Imrân/3:185]

Allah Subhanahu wa Ta'ala memberikan pemberitaan umum kepada seluruh makhluk, bahwa setiap jiwa akan merasakan kematian. Hanya Allâh Yang Maha Hidup, tidak akan mati. Adapun jin, manusia, malaikat, semua akan mati. Kematian merupakan hakekat yang menakutkan. Dia akan mendatangi seluruh orang yang hidup dan tidak ada yang kuasa menolak maupun menahannya. Maut merupakan ketetapan Allah Subhanahu wa Ta'ala . Ini adalah hakekat yang sudah diketahui. Maka sepantasnya kita bersiap diri menghadapinya dengan iman sejati dan amal shalih yang murni. Di dalam tulisan ini insya Allah akan kami sampaikan beberapa peristiwa yang terjadi di alam kubur sehingga menjadikan kita lebih waspada dalam menjalani kehidupan dunia ini agar selamat di alam kubur.

 Alam Kubur Menakutkan 

Hani’ Radhiyallahu anhu , bekas budak Utsmân bin Affân Radhiyallahu anhu , berkata, “Kebiasaan Utsman Radhiyallahu anhu jika berhenti di sebuah kuburan, beliau menangis sampai membasahi janggutnya. Lalu beliau Radhiyallahu anhu ditanya, ‘Disebutkan tentang surga dan neraka tetapi engkau tidak menangis. Namun engkau menangis dengan sebab ini (melihat kubur), (Mengapa demikian?)’ Beliau, ‘Sesungguhnya Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, (yang artinya) ‘Kubur adalah persinggahan pertama dari (persinggahan­persinggahan) akhirat. Bila seseorang selamat dari (keburukan)nya, maka setelahnya lebih mudah darinya; bila seseorang tidak selamat dari (keburukan)nya, maka setelahnya lebih berat darinya.’ Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda, ‘Aku tidak melihat suatu pemandangan  pun yang lebih menakutkan daripada kubur.’” [HR. At­Tirmidzi dan Ibnu Mâjah].

Karena fase setelah kubur lebih mudah bagi yang selamat, maka ketika melihat surga yang disiapkan Allah Subhanahu wa Ta'ala dalam kuburnya, seorang Mukmin mengatakan, “Ya Rabb, segerakanlah kiamat agar aku kembali ke keluarga dan hartaku.” Sebaliknya, orang­orang kafir, ketika melihat adzab pedih yang disiapkan Allah Subhanahu wa Ta'ala baginya, ia berseru, “Ya Rabb, jangan kau datangkan kiamat.” Karena yang akan datang setelahnya lebih pedih siksanya dan lebih menakutkan.

 Gelapnya Alam Kubur

Hal ini ditunjukkan oleh hadits shahih : Dari sahabat Abu Hurairah Radhiyallahu anhu bahwa seorang wanita hitam ­atau seorang pemuda­ biasa menyapu masjid Nabawi pada masa Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam . Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak mendapatinya sehingga beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam menanyakannya. Para sahabat menjawab, ‘Dia telah meninggal’. Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata, ‘Kenapa kalian tidak memberitahukan kepadaku?’ Abu Hurairah berkata, ‘Seolah­olah mereka meremehkan urusannya’. Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Tunjukkan kuburnya kepadaku’. Lalu mereka menunjukkannya, beliau pun kemudian menyalati wanita itu, lalu bersabda, “Sesungguhnya kuburan­kuburan ini dipenuhi kegelapan bagi para penghuninya, dan sesungguhnya Allâh Subhanahu wa Ta’ala menyinarinya bagi mereka dengan shalatku terhadap mereka.” [HR. Bukhari, Muslim].


Himpitan Alam Kubur 

Setelah mayit diletakkan di dalam kubur, maka kubur akan menghimpit dan menjepit dirinya. Tidak seorang pun yang dapat selamat dari himpitannya. Beberapa hadits menerangkan bahwa kubur menghimpit Sa’ad bin Muadz Radhiyallahu anhu , padahal kematiannya membuat ‘arsy bergerak, pintu­pintu langit terbuka, serta malaikat sebanyak tujuh puluh ribu menyaksikannya. Dalam Sunan an­Nasâ’i diriwayatkan dari Ibn Umar Radhiyallahu anhuma bahwa Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :


ن فً لْ َ َدهُ َسْب ُعو َن أ ْبَوا ُب ال َّس َما ِء َو َشهِ َ ُه أ ِت َح ْت لَ َع ْر ُش َوفُ ُه الْ ِذى َت َح َّر َك لَ ا الَّ َهذَ ُه ِّر َج َعنْ َّم فُ ُ ث ِئ َكِة لََقْد ُضَّم َض َّمةً َملاَ ا

Inilah yang membuat ‘arsy bergerak, pintu­pintu langit dibuka, dan disaksikan oleh tujuh puluh ribu malaikat. Sungguh ia dihimpit dan dijepit (oleh kubur), akan tetapi kemudian dibebaskan.” [Lihat Misykâtul Mashâbîh 1/49; Silsilah ash­Shahîhah, no. 1695]

 ذ َها َن َجا ِمنْ ِمنْ ِجياً َحٌد َنا َ ْو َكا َن أ َولَ َضْغ َطةً َقْبرِ َّن لِلْ ِ إ 

Sesungguhnya kubur memiliki himpitan yang bila seseorang selamat darinya, maka (tentu) Saad bin Muâdz telah selamat. [HR. Ahmad, no. 25015; 25400]

Himpitan kubur in akan menimpa semua orang, termasuk anak kecil. Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

 ُّي ِ ا ال َّصب لََن َجا َهذَ َقْبرِ َحٌد ِم ْن َض َّمِة الْ َ َت أ لَ فْ َ ْو أ لَ 

Seandainya ada seseorang selamat dari himpitan kubur, maka bocah ini pasti selamat [Mu’jam ath­Thabrani dari Abu Ayyub Radhiyallahu anhu dengan sanad shahih]

Fitnah (Ujian) Kubur 
Jika seorang hamba telah diletakkan di dalam kubur, dua malaikat akan mendatanginya dan memberikan pertanyaan­pertanyaan. Inilah yang dimaksud dengan fitnah (ujian) kubur. Dalam hadits shahih riwayat Imam Ahmad rahimahullah dari sahabat al­Barro bin ‘Azib Radhiyallahu anhu , Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

ا َفَيقُوَلا ِن لَ ُه : َم ْن َرُّب َك ؟ َفَيقُو ُل: َرِّب َي َّاللهُ ِن َفُي ْجلِ َساِن ِه:َفَيقُوَلا ِن لَ ِتي ِه َملَ َكا ْ َفَيأ ِذي ُب ِع َث ِفي ُكْم ؟ ا ال َّر ُج ُل الَّ ُه: َما َهذَ ْسَلاُم َفَيقُوَلا ِن لَ َك ؟ َفَيقُو ُل: ِديِن َي اْلإِ ِدينُ ْي َك ؟ َفَيقُو ُل: ُه : َو َما ُيْدرِ َم َفَيقُوَلا ِن لَ ْي ِه َو َسلَّ َفَيقُو ُل ُهَو َر ُسو ُل َّاللهِ َصلَّى َّاللهُ َعلَ ْن َقْد َصَد َق َ ِه َو َصَّدقْ ُت َفُيَناِدي ُمَناٍد ِفي ال َّس َما ِء: أ ِ َفآ َمنْ ُت ب ُت ِكَتا َب َّاللهِ ْ َق َرأ ِة , َقا َل: َجنَّ لَى الْ ِ ُه َباًبا إ ِة) َوافَْت ُحوا لَ َجنَّ ُسوهُ ِمَن الْ ِ ب لْ َ ِة (َوأ َجنَّ ُشوهُ ِمَن الْ فْرِ َ َعْبِديَفأ ِتي ِه َر ُج ٌل َح َس ُن ْ ِه َقا َل َوَيأ ِه َمَّد َب َصرِ ُه ِفي َقْبرِ َس ُح لَ َها َوُيفْ ِ ِتي ِه ِم ْن َرْو ِح َها َو ِطيب ْ َفَيأ ِذي ا َيْو ُم َك الَّ ِذي َي ُس ُّر َك َهذَ الَّ ِ ْب ِش ْر ب َ َفَيقُو ُل : أ َيا ِب َطِّي ُب ال ِّريحِ ِّ َو ْج ِه َح َس ُن الث ا 
ا َ , َفَيقُو ُل: أ َخْيرِ الْ ِ ِجي ُء ب َو ْج ُه َي َت , َفَو ْج ُه َك الْ نْ َ ُه : َم ْن أ َت تُو َعُد , َفَيقُو ُل لَ ُكنْ ْهلِي َو َمالِي َ لَى أ ِ ْر ِج َع إ َ ال َّسا َع َة َحتَّى أ ِ ِقم َ َك ال َّصالِ ُح, َفَيقُو ُل: َر ِّب أ َع

Kemudian dua malaikat mendatanginya dan mendudukannya, lalu keduanya bertanya, “Siapakah Rabbmu ?” Dia (si mayyit) menjawab, “Rabbku adalah Allâh”. Kedua malaikat itu bertanya, “Apa agamamu?”Dia menjawab: “Agamaku adalah al­Islam”. Kedua malaikat itu bertanya, “Siapakah laki­laki yang telah diutus kepada kamu ini?” Dia menjawab, “Beliau utusan Allâh”. Kedua malaikat itu bertanya, “Apakah ilmumu?” Dia menjawab, “Aku membaca kitab Allâh, aku mengimaninya dan membenarkannya”. Lalu seorang penyeru dari langit berseru, “HambaKu telah (berkata) benar, berilah dia hamparan dari surga, (dan berilah dia pakaian dari surga), bukakanlah sebuah pintu untuknya ke surga.

 Maka datanglah kepadanya bau dan wangi surga. Dan diluaskan baginya di dalam kuburnya sejauh mata memandang. Dan datanglah seorang laki­laki berwajah tampan kepadanya, berpakaian bagus, beraroma wangi, lalu mengatakan, “Bergembiralah dengan apa yang menyenangkanmu, inilah harimu yang engkau telah dijanjikan (kebaikan)”. Maka ruh orang Mukmin itu bertanya kepadanya, “Siapakah engkau, wajahmu adalah wajah yang membawa kebaikan?” Dia menjawab, “Aku adalah amalmu yang shalih”. Maka ruh itu berkata, “Rabbku, tegakkanlah hari kiamat, sehingga aku akan kembali kepada istriku dan hartaku”. Pertanyaan ini juga dilontarkan kepada orang kafir, sebagaimana yang dijelaskan oleh Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam:


Baca Selengkapnya

Related Posts

Peristiwa-peristiwa di Alam Kubur yang Pasti Dialami Oleh Orang Meninggal.
4/ 5
Oleh