Baca Selengkapnya
Baca Selengkapnya
Orang Paling Cerdas Bukanlah Seperti Einstein, Namun Seperti
Yang Diceritakan Rasulullah Ini.

Setiap orang meyakini bahwa setiap jiwa yang bernafas pasti akan
mengalami kematian. Namun, kesibukan seharihari seringkali
membuat orang terlena dan lupa bahwa besok atau lusa akan
dipanggil oleh Allah SWT. Sampai tiba suatu saat, malaikat datang
menjemput, dan pupuslah semua kelezatan dunia beralih menuju
kehidupan yang abadi di sisiNya.
Orang beriman seharusnya tidak takut menghadapi mati, karena
mati adalah sebuah keniscayaan.
Yang harus ditakuti adalah
apakah amal kita sudah cukup untuk menghantarkan pada
kebahagiaan di akhirat?. Abu Bakar R.A saat ditanya oleh seorang
sahabat, berapa kali anda ingat kematian dalam sehari? Abu bakar
menjawab, “Saya mengingat mati manakala mata saya terjaga”.
Itulah, sikap seorang teladan dalam mengingat kematian yang
dengannya dapat menghantarkan pada puncak iman yang luar
biasa.
Hidup di dunia hanyalah sementara, nikmat dunia yang diberikan
Allah masih sedikit. Dari 100 rahmatNya hanya 1 rahmat yang
diberikan ke dunia untuk dinikmati seluruh penghuni. Sehingga
orang yang cerdas, adalah mereka yang mengarahkan hawa nafsu
dan beramal untuk mempersiapkan kematian. Sementara orang
yang bodoh, adalah mereka yang diperbudak hawa nafsu,
beranganangan mendapatkan pahala, serta matimatian mengejar
dunia siang dan malam dengan melupakan kehidupan akhirat.
Suatu ketika Rasulullah ditanya, “Wahai Rasulullah, siapakah orang
yang paling cerdas? Rasulullah menjawab, “Mereka yang sering
mengingat mati dan (tekun) mempersiapkan diri menghadapi
kematian. Mereka pergi dengan kelegaan dunia dan kemuliaan
akhirat.
”
Salah seorang ulama mengatakan, siapa orang masuk liang kubur
tanpa membawa amal banyak, maka seolaholah ia mengarungi
lautan tanpa perahu. Ia akan tenggelam diterpa badai.
Jadi, mengingat kematian haruslah menjadi bagian tak terpisahkan
dari rangkaian waktu kehidupan yang dijalani. Mengingat kematian
tidak hanya sekedar mengingat, namun harus diikuti dengan
amalan yang terus menerus dan sungguhsungguh. Amalan untuk
mempersiapkan kehidupan abadi di akhirat, yang hanya memiliki
dua tempat yakni kebahagiaan (surga) dan penderiaan (neraka).
Rasulullah bersabda “Perbanyaklah kalian mengingat pemutus
kelezatan (yakni kematian)”.
Dalam hadits lain beliau bersabda, ” Manfaatkan lima perkara
sebelum lima perkara
: [1] Waktu mudamu sebelum datang waktu
tuamu.
[2] Waktu sehatmu sebelum datang waktu sakitmu.
[3] Masa
kayamu sebelum datang masa kefakiranmu.
[4] Masa luangmu
sebelum datang masa sibukmu.
[5] Hidupmu sebelum datang
kematianmu.
Lalu, apa sajakah usaha yang bisa diperbuat agar senantiasa ingat
terhadap kematian?
Berikut adalah beberapa kiatnya :
1. Sering Mengunjungi Orang Sakit
Saat mengunjungi orang sakit, selain memberikan doa agar
diberikan ketabahan dalam menghadapi cobaan Allah, juga harus
mendapatkan pelajaran bahwa sakit atau kematian bisa saja datang kepada siapa saja yang Allah kehendaki tanpa memandang orang,
tempat dan waktu.
2. Mengunjungi Orang Mati / Takziyah
Saat mengunjungi orang yang meninggal, selain mendoakan
kepada jenazah dan keluarga yang ditinggalkan, juga harus
menjadikan pelajaran atau nasehat bahwa kematian merupakan
rahasian Allah yang tidak ada seorangpun yang mengetahui kapan
datangnya kematian.
3. Ziarah Kubur
Disunahkan menziarahi kubur, sebagai momentum untuk
Mendoakan dan mengingat kematian.
4. Memantapkan Iman Kepada Hari Akhir .
5. Mentadabburi AyatAyat Allah Dan Hadits Rasulullah Terkait
Neraka dan Surga.
Semoga artikel tentang Orang Paling Cerdas Menurut Rasulullah ini
bermanfaat, Wallahu A'lam.
Baca Selengkapnya
Orang Paling Cerdas Bukanlah Seperti Einstein, Namun Seperti Yang Diceritakan Rasulullah Ini.
4/
5
Oleh
Unknown