Baca Selengkapnya
Baca Selengkapnya
Jangan Lupa, Besok Puasa Rajab, Ini Keutamaannya!

Keistimewaan Bulan Rajab | Rajab adalah bulan ke tujuh dari
penggalan Islam qomariyah (hijriyah). Bulan Rajab sebagaimana
bulan Muharram termasuk bulan Allah yang mulia. Sebagaimana
firman Allah Ta’ala,
َ
ق ال َّس َماَوا ِت
َنا َع َش َر َش ْه ًرا ِفي ِكَتا ِب َّاللهِ َيْو َم َخلَ
ْ
َد َّاللهِ اث
ِعنْ
َّن ِعَّدَة ال ُّش ُهورِ
ِ
إ
َس ُكْم
فُ
نْ
َ
َّن أ
ْظلِ ُموا ِفيهِ
َقِّي ُم َفَلا َت
لِ َك الِّدي ُن الْ
ُح ُرٌم ذَ
ْرَب َعةٌ
َ
َها أ
ْر َض ِمنْ
َواْلأَ
“
Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas
bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan
bumi, di antaranya empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama
yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam
bulan yang empat itu.” (Qs. At Taubah: 36).
Ibnu Rajab mengatakan, “Allah Ta’ala menjelaskan bahwa sejak
penciptaan langit dan bumi, penciptaan malam dan siang,
keduanya akan berputar di orbitnya. Allah pun menciptakan
matahari, bulan dan bintang lalu menjadikan matahari dan bulan
berputar pada orbitnya.
Dari situ muncullah cahaya matahari dan
juga rembulan. Sejak itu, Allah menjadikan satu tahun menjadi dua
belas bulan sesuai dengan munculnya hilal.
Satu tahun dalam syariat Islam dihitung berdasarkan perpuataran
dan munculnya bulan, bukan dihitung berdasarkan perputaran
matahari sebagaimana yang dilakukan oleh Ahli Kitab.” (Lathoif Al
Ma’arif, 202)
Lalu apa saja empat bulan suci tersebut? Dari Abu Bakroh, Nabi
shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
َنا َع َش َر َش ْه ًرا
ْ
اث
ْر َض ٬ ال َّسَنةُ
َق ال َّس َمَوا ِت َوالأَ
ال َّز َما ُن َقِد ا ْسَتَدا َر َكَهْيَئِت ِه َيْو َم َخلَ
ُم َح َّر ُم ٬َ و َر َج ُب
ِح َّج ِة َوالْ
و الْ
َق ْعَدِة َوذُ
و الْ
ُمَتَوالَِيا ٌت ذُ
ةٌ
ُح ُرٌم ٬ ثَلاَثَ
ْرَب َعةٌ
َ
َها أ
٬ِ منْ
ِذى َبْي َن ُج َماَدى َو َش ْعَبا َن
ُم َض َر الَّ
“Setahun berputar sebagaimana keadaannya sejak Allah
menciptakan langit dan bumi. Satu tahun itu ada dua belas bulan.
Di antaranya ada empat bulan haram (suci). Tiga bulannya
berturutturut yaitu Dzulqo’dah, Dzulhijjah dan Muharram. (Satu
bulan lagi adalah) Rajab Mudhor yang terletak antara Jumadil
(akhir) dan Sya’ban.” (HR. Bukhari no. 3197 dan Muslim no. 1679)
Jadi empat bulan suci yang dimaksud adalah :
(1) Dzulqo’dah;
(2)
Dzulhijjah;
(3) Muharram; dan
(4) Rajab.
Di Balik Bulan Haram
Lalu kenapa bulanbulan tersebut disebut bulan haram? Al Qodhi
Abu Ya’la rahimahullah mengatakan, “Dinamakan bulan haram
karena dua makna.
Pertama, pada bulan tersebut diharamkan berbagai pembunuhan.
Orangorang Jahiliyyah pun meyakini demikian.
Kedua, pada bulan tersebut larangan untuk melakukan perbuatan
haram lebih ditekankan daripada bulan yang lainnya karena
mulianya bulan tersebut. Demikian pula pada saat itu sangatlah
baik untuk melakukan amalan ketaatan.” (Lihat Zaadul Maysir, tafsir
surat At Taubah ayat 36)
Karena pada saat itu adalah waktu sangat baik untuk melakukan
amalan ketaatan, sampaisampai para salaf sangat suka untuk
melakukan puasa pada bulan haram. Sufyan Ats Tsauri
mengatakan, “Pada bulanbulan haram, aku sangat senang
berpuasa di dalamnya.” (Lathoif Al Ma’arif, 214)
Ibnu ‘Abbas mengatakan, “Allah mengkhususkan empat bulan
tersebut sebagai bulan haram, dianggap sebagai bulan suci,
melakukan maksiat pada bulan tersebut dosanya akan lebih besar,
dan amalan sholeh yang dilakukan akan menuai pahala yang lebih
banyak.” (Lathoif Al Ma’arif, 207)
berpuasa dalam bulan bulan haram (Dzulqa’dah, Dzulhijjah,
Muharram dan Rajab) itu cukup menjadi hujjah atau landasan
mengenai keutamaan puasa di bulan Rajab.
Diriwayatkan dari Mujibah alBahiliyah, Rasulullah bersabda
"Puasalah pada bulanbulan haram." (Riwayat Abu Dawud, Ibnu
Majah, dan Ahmad).
Hadis lainnya adalah riwayat alNasa'i dan Abu
Dawud (dan disahihkan oleh Ibnu Huzaimah): "Usamah berkata
pada Nabi Muhammad Saw, “Wahai Rasulallah, saya tak melihat
Rasul melakukan puasa (sunnah) sebanyak yang Rasul lakukan
dalam bulan Sya'ban. Rasul menjawab: 'Bulan Sya'ban adalah
bulan antara Rajab dan Ramadan yang dilupakan oleh kebanyakan
orang.
'"
Menurut asSyaukani dalam Nailul Authar, dalam bahasan puasa
sunnah, ungkapan Nabi, "Bulan Sya'ban adalah bulan antara Rajab
dan Ramadhan yang dilupakan kebanyakan orang" itu secara
implisit menunjukkan bahwa bulan Rajab juga disunnahkan
melakukan puasa di dalamnya.
Keutamaan berpuasa pada bulan haram juga diriwayatkan dalam
hadis sahih imam Muslim. Bahkan berpuasa di dalam bulanbulan
mulia ini disebut Rasulullah sebagai puasa yang paling utama
setelah puasa Ramadan. Nabi bersabda : “Seutamautama puasa
setelah Ramadan adalah puasa di bulanbulan almuharram
(Dzulqa'dah, Dzulhijjah, Muharram, dan Rajab).
AlGhazali dalam Ihya’ UlumidDin menyatakan bahwa kesunnahan
berpuasa menjadi lebih kuat jika dilaksanakan pada harihari utama
(alayyam alfadhilah). Hari hari utama ini dapat ditemukan pada
tiap tahun, tiap bulan dan tiap minggu. Terkait siklus bulanan ini AlGhazali
menyatakan bahwa Rajab terkategori alasyhur alfadhilah
di samping dzulhijjah, muharram dan sya’ban. Rajab juga
terkategori alasyhur alhurum di samping dzulqa’dah, dzul hijjah,
dan muharram.
Disebutkan dalam Kifayah alAkhyar, bahwa bulan yang paling
utama untuk berpuasa setelah Ramadan adalah bulan bulan
haram yaitu Dzulqa’dah, Dzulhijjah, Rajab dan Muharram.
Di antara
keempat bulan itu yang paling utama untuk puasa adalah bulan almuharram,
kemudian Sya’ban. Namun menurut Syaikh AlRayani,
bulan puasa yang utama setelah alMuharram adalah Rajab.
Terkait hukum puasa dan ibadah pada Rajab, Imam AlNawawi menyatakan, telah jelas dan shahih riwayat bahwa Rasul SAW
menyukai puasa dan memperbanyak ibadah di bulan haram, dan
Rajab adalah salah satu dari bulan haram, maka selama tak ada
pelarangan khusus puasa dan ibadah di bulan Rajab, maka tak ada
satu kekuatan untuk melarang puasa Rajab dan ibadah lainnya di
bulan Rajab” (Syarh Nawawi ‘ala Shahih Muslim).
Hadis Keutamaan Bulan Rajab
Berikut beberapa hadis yang menerangkan keutamaan bulan
Rajab:
• Diriwayatkan bahwa apabila Rasulullah SAW memasuki bulan
Rajab beliau berdoa:“Ya, Allah berkahilah kami di bulan Rajab (ini)
dan (juga) Sya’ban, dan sampaikanlah kami kepada bulan
Ramadhan.” (HR. Imam Ahmad, dari Anas bin Malik).
• "Barang siapa berpuasa pada bulan Rajab sehari, maka laksana
ia puasa selama sebulan, bila puasa 7 hari maka ditutuplah
untuknya 7 pintu neraka Jahim, bila puasa 8 hari maka dibukakan
untuknya 8 pintu surga, dan bila puasa 10 hari maka digantilah
dosadosanya dengan kebaikan.
"
• Riwayat alThabarani dari Sa'id bin Rasyid: “Barangsiapa
berpuasa sehari di bulan Rajab, maka ia laksana berpuasa
setahun, bila puasa 7 hari maka ditutuplah untuknya pintupintu
neraka jahanam, bila puasa 8 hari dibukakan untuknya 8 pintu
surga, bila puasa 10 hari, Allah akan mengabulkan semua
permintaannya....."
• "Sesungguhnya di surga terdapat sungai yang dinamakan Rajab,
airnya lebih putih daripada susu dan rasanya lebih manis dari
madu. Barangsiapa puasa sehari pada bulan Rajab, maka ia akan
dikaruniai minum dari sungai tersebut".
• Riwayat (secara mursal) Abul Fath dari alHasan, Nabi
Muhammad SAW bersabda: "Rajab itu bulannya Allah, Sya'ban
bulanku, dan Ramadan bulannya umatku."
Wallahu A'lam.
Baca Selengkapnya
Jangan Lupa, Besok Puasa Rajab, Ini Keutamaannya!
4/
5
Oleh
Unknown