Jumat, 12 Mei 2017

Ayo Menjadi Ibu Rumah Tangga Profesional dengan Gaji Surga!!!

Baca Selengkapnya

Baca Selengkapnya

Ayo Menjadi Ibu Rumah Tangga Profesional dengan Gaji Surga!!!






Dunia Wanita - Jika saya mengatakan bahwa profesi saya adalah ibu rumah tangga, Anda tidak perlu protes. Ketegasan saya ini bukan karena aura narsis atau sifat otoriter saya sedang kambuh. Dengan segala rendah hati saya terpaksa mengatakannya. Hehehe.

Mungkin orang akan berpikir bahwa saya bisa berkata begitu karena saya dulu kuliah di psikologi dan mengambil kekhususan bidang industri dan organisasi sehingga saya tahu betul arti kata "profesi" dan "profesional". Mmm ..., tidak. Saya bahkan sudah tidak ingat persis definisi "profesi" yang saya pelajari ketika kuliah dulu.

Lalu? Waktu saya googling di wikipedia yang katanya "ensiklopedia bebas" alias "kamus sejuta umat", saya menemukan bahwa tidak ada yang salah dengan kalimat yang saya nyatakan tadi: ibu rumah tangga bisa disebut sebagai profesi. Sebuah profesi, tentu saja, layak dicita-citakan dan diperjuangkan.

Pertanyaannya kemudian, apakah ratusan, ribuan orang di luar sana akan berpikiran sama dengan saya, bahwa menjadi ibu rumah tangga adalah sesuatu yang layak disebut sebagai cita-cita apalagi "cita-cita yang prestisius" sehingga layak diperjuangkan?

Jangan-jangan ini adalah bentuk eskapisme ketidakmampuan saya bersaing di dunia kerja? Please, deh, saya akui bahwa dunia karier memang menggoda. Tak hanya soal kebebasan dan ruang yang luas saja yang membuat seorang wanita karier tak perlu pusing memikirkan "me-time". Bahkan, iming-iming kekuatan personal yang membuat seorang wanita karier mampu memiliki nilai bargaining dalam berbagai hal yang bersifat publik membuatnya terlihat lebih powerful, lebih kinclong, lebih wangi! Wangi Pierre Cardin, pada sebagiannya, bukan wangi bumbu dapur. FYI, saya ibu rumah tangga yang juga rutin terjun ke dapur.

Sepertinya sah-sah saja saya mengatakan bahwa ibu rumah tangga adalah layak disebut profesi sehingga ia layak diperjuangkan. Sebuah profesi, menurut Wikipedia, adalah pekerjaan yang membutuhkan pelatihan dan penguasaan terhadap suatu pengetahuan khusus. Karakter pekerjaan ibu rumah tangga waktu saya otak-atik kok ya sesuai juga dengan karakteristik suatu profesi. Ini ilmunya orang Jawa: othak-athik gathuk, ning yo mathuk.... Cocok betul pikiran saya dengan teori karakteristik profesi waktu saya cocok-cocokkan.

Karakteristik profesi itu memiliki ketrampilan yang berdasar pada teoritis dan memiliki jenjang pendidikan yang lama dan semakin meninggi. Mulai dari merawat kehamilan sampai momong anak, mulai dari cara menata rumah dan mencuci baju. Pernahkah membayangkan bahwa pekerjaan rumah tangga tak melulu soal benda hidup (baca: suami, anak, mertua, tetangga, kerabat, dll.) namun juga pekerjaan dengan "klien" benda mati (setumpuk cucian, debu, piring kotor, dll.) yang harus diurusi dengan keahlian khusus?

Apakah semua orang bisa mencuci dan menyetrika baju? Please, ya, ini bukan soal tenaga, ini soal bagaimana memahami serat baju dan komposisinya agar tak salah perlakuan ketika mencuci dan menyeterikanya. See? Berapa banyak teori yang telah kita baca untuk semua itu? Berapa kali kita melakukan self upgrading demi kemajuan urusan domestik  serta anggota keluarga kita?

Memang, profesi ibu rumah tangga belum bisa secara formal dipatok jenjang pendidikannya. Namun, jenjang itu ada, lho. Bisa dirasakan dengan uji kompetensi. Caranya? Lihatlah hasil didikan dan hasil sentuhan tangan dan pikiran para ibu rumah tangga.

Profesi ibu rumah tangga juga memiliki otonomi kerja dan juga kode etik meski tidak dikeluarkan secara formal oleh sebuah asosiasi profesional. Rasanya, tidak penting seorang ibu rumah tangga bergabung dalam

Baca Selengkapnya

Related Posts

Ayo Menjadi Ibu Rumah Tangga Profesional dengan Gaji Surga!!!
4/ 5
Oleh